AL QURAN DAN AIR ASIA
Selasa, 06 Januari 2015
Jombang (FI Online) - Pesawat Air Asia QZ-8501 jatuh di sekitar Laut Jawa dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura pada hari Ahad, 28 Desember 2014 lalu. Pesawat dengan jumlah penumpang 155 orang dengan 7 awak ini diduga jatuh akibat adanya awan Cumulonimbus (Cb). Apa itu awan Cumulonimbus? Anda bisa mencarinya sendiri lewat Google. Yang jelas awan Cumulonimbus adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah swt. yang bergerak dengan mengikuti perintah Allah swt.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di lokasi hilangnya pesawat Ai rAsia ditemukan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat tebal mencapai 5-10 kilometer. Selain itu, jaringan pemantau cuaca, Weather Bug, mengatakan petir menyambar di dekat jalur penerbangan Air Asia dengan nomer penerbangan QZ-8501.
Keberadaan awan Cb sering dianggap sebagai momok bagi kalangan penerbangan, terutama bagi orang yang kurang yakin dengan pertolongan Allah swt. Akan tetapi bagi orang yang beriman kuat, maka ia tidak takut dengan awan Cb ini. Bukankah Nabi Ibrahim as. pernah dibakar dalam api? Terbakarkah beliau. Tidak. Mengapa? Karena beliau tidak terkesan dengan makhluk. Nabi Ibrahim as. hanya terkesan dengan Allah swt. Kalau ingin cerita Nabi Ibrahim dengan lengkap, silahkan cari lewat mesin Google!
Pengamat Penerbangan, Jusman Syafii Djamal, mengatakan bahwa awan Cumulonimbus (Cb) dapat menyebabkan turbulensi dan mesin pesawat mati. ''Di dalam awan cumulonimbus terdapat butiran es yang mengalir. Kalau butiran ini masuk ke engine (mesin, red), maka dapat menyebabkan engine mati,” ujar Jusman yang juga mantan Menteri Perhubungan itu.
Akan tetapi menurut Muhammad "Flash" Effendi, "Bahwa Awan Cumulonimbus (Cb) tidak dapat menyebabkan turbulensi tanpa izin Allah swt." Di dalam awan cumulonimbus tidak hanya terdapat aliran butiran es yang dapat membekukan mesin pesawat sehingga menyebabkan kerusakan dan pesawat tidak bisa terbang lagi. Di dalam awan Cumulonimbus juga terdapat badai petir yang mengkilat-kilat.
Fakta awan cumulonimbus dan jatuhnya pesawat Air Asia ini membuktikan kebenaran Al-Quran. Empat belas abad lalu, Allah swt. melalui Malaikat Jibril kemudian diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. telah berfirman yang isinya tentang keberadaan awan Cumulonimbus tersebut. Yaitu terdapat dalam Surat An-Nuur [24] ayat 43.
''Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan lalu mengumpulkannya. Allah kemudian menjadikan awan-awan tersebut bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dia juga menurunkan butiran-butiran es dari gumpalan-gumpalan awan yang besarnya bagaikan gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya butiran-butiran es itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatannya hampir-hampir menghilangkan penglihatan."
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa ditimpakan-Nya butiran-butiran es itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Artinya adalah bahwa yang membuat butiran-butiran es dari awan Cumulonimbus itu adalah Allah. Dan yang membuat awan itu menimpa pesawat Air Asia beserta penumpang dan awaknya adalah juga Allah swt. Dan yang menghindarkan awan itu agar tidak menimpa pesawat Air Asia beserta penumpang dan awaknya adalah juga Allah swt. Mengapa Allah swt. menimpakan awan itu kepada pesawat Air Asia beserta penumpang dan awaknya? Menurut analisa Muhammad "Flash" Effendi adalah, karena para penumpang lupa berdo'a kepada Allah. Atau lupa berdzikir kepada Allah. Atau bisa juga karena mereka bermaksiat kepada Allah swt. Mislanya pramugarinya tidak memakai cadar/hijab yang sempurna. Atau minimal para pramugarinya tidak berjilbab dan tidak menutup aurat.
Jadi yang mematikan mereka semua adalah Allah. Bukan butiran-butiran es yang membuat mereka mati. Butiran-butiran es yang turun dari awan dan bagaikan gunung itu hanyalah asbab yang bergantung dan berhajat kepada Allah swt. Jika Allah menghendaki dengan awan Cumulonimbus, Allah bisa mematikan manusia. Jika Allah menghendaki dengan awan Cumulonimbus, Allah bisa tidak mematikan manusia. Dan jika Allah menghendaki tanpa awan Cumulonimbus pun, Allah juga bisa mematikan manusia.
Dan bahwa pada butiran-butiran es itu merupakan sebab terjadinya kilat dan bahwa kilatannya merupakan yang paling berkilau dan dahsyat, sehingga hampir-hampir saja menghilangkan pandangan. Subhanallah...Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
Allah kok dilawan? Ya, kalah! Ingat, sekali-kali jangan melawan Allah! Dengan bermaksiat berarti anda melawan Allah swt. Oleh sebab itu marilah kita bertaubat kepada Allah swt.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar